Ya Allah, lancarkanlah hariku, hari ini, esok dan seterusnya
Ya Allah, berilah hamba ketabahan dan kesabaran dalam menjalani hari esok
Berilah kemudahan dalam menyesaikan urusan besok agar besok hamba bisa ikut ujian meja
Maafkan atas dosa-dosa yang telah aku buat, ampunkanlah ya Allah
Berilah hamba ketenangan menunggu hari esok
Aku tau, rencanaMu selalu indah, dan Kau tidak memberikan apa yang hamba inginkan melainkan apa yang hamba butuhkan, dan Kau tidak mengujiku melebihi batas kemampuanku
Jikalau besok takdirku tidak dapat menyelesaikan semuanya
Berilah hamba kelapangan dada, dan kesabaran
Namun aku akan selalu berdoa kepadaMu agar besok semuanya dapat terselesaikan dengan lancar. Aamiin
Allahumma yassir wala tuássir
Blue's Sky
Sky Blue, kenapa Sky Blue? karena artinya langit biru, karena langit itu biru, karena aku suka biru, karena doraemon berwarna biru, karena hujan tidak ada di langit biru dan karena pada saat langit biru tidak perlu pakai payung jadi begitulah hahahaha
Sabtu, 28 Februari 2015
Jumat, 27 Februari 2015
Inilah Takdirku
Takdirku hari ini adalah menunggu Pak Her depan Fakultas, berharap semuanya dapat selesai
Sedihnya jauh dari yang diharapkan.
Mengurus berkas sendiri itu rasanya sangat tidak enak
Seperti sayur yang gak berbumbu, benar-benar hambar
Hampir seharian aku duduk depan fakultas menanti nilai bermasalah keluar (mau tidak mau pasti ada nilai yang bermasalah) setelah map merahku masuk hari Kamis
Tapi ternyata hari ini nilai bermasalahku belum keluar
Teman-teman yang lain sudah ngurus sampai ke tahap sebar undangan
Maunya sih tidak mengeluh, tapi ... aahhh
Senin, berharap semuanya dapat selesai
Berharap Selasa saya dapat ikut ujian meja
Allahumma yassir wala tuássir
Sedihnya jauh dari yang diharapkan.
Mengurus berkas sendiri itu rasanya sangat tidak enak
Seperti sayur yang gak berbumbu, benar-benar hambar
Hampir seharian aku duduk depan fakultas menanti nilai bermasalah keluar (mau tidak mau pasti ada nilai yang bermasalah) setelah map merahku masuk hari Kamis
Tapi ternyata hari ini nilai bermasalahku belum keluar
Teman-teman yang lain sudah ngurus sampai ke tahap sebar undangan
Maunya sih tidak mengeluh, tapi ... aahhh
Senin, berharap semuanya dapat selesai
Berharap Selasa saya dapat ikut ujian meja
Allahumma yassir wala tuássir
Kamis, 19 Februari 2015
Aku benci dia
Dia yang kumaksud adalah kakakku, kakak kandungku
satu-satunya yang kusayang
Aku benci dia (sekarang). Aku berharap benci ini segera
hilang
Jumat, 13 Februari 2015, untuk pertama kalinya saya
melakukan perjalanan keluar kota. Hahha yuuppzz ini pertama kalinya aku
menggunakan transportasi udara. Pesawat terbang. Rasanya bagaimana? Hhm pasti
yang pernah naik pesawat terbang taulah, dan yang belum saya doakan bisa
merasakannya langsung ;). Perjalanan ini dalam rangka menghadiri pernikahan
kakakku tersayang (yang sekarang membuatku jengkel). Ahad, 15 Februari 2015, di
Cibubur. Bahagia rasanya, karena sekarang aku sudah punya kakak perempuan, yah
istri kakakku sekarang. Kakakku iparku ini orangnya super duper sabar mungkin
itu sebabnya Allah menyatukannya dengan kakakku yang sikapnya bisa dibilang
kasar. Tak salah lagi, Allah telah menciptakan makhluknya berpasang-pasangan
dan Allah memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Aku
berpikir, kk iparku yang sekarang merupakan jodoh kkku yang paling cocok.
Semoga hubungan mereka langgeng hingga ajal menjemput (aamiin)
Lalu, kenapa saya jengkel dengan kakakku?
1.
Karena dia orangnya sangat kasar
2.
Tidak pernah mengerti keadaanku, apapun yang
diperintahkannya harus saya lakukan. Kalau tidak, yahh saya akan dianggap tidak
sopan dan itu akan membuatnya marah
3.
Tidak ada lagi, hanya 2 point itu kok -_-
Hal yang paling membuatku jengkel sampai sekarang adalah
saat di bandara, 17 Feb’15. Hari itu saya, mama dan bapak akan kembali ke Makassar
dengan diantar oleh kakakku dan istrinya. Hari itu juga temanku, sebut saja
‘Bosi’ ingin ke bandara untuk bertemu denganku. Bosi ini adalah sahabat yang
belum pernah kutemui tapi saya sudah menganggapnya seperti kakakku sendiri.This
is the first time, fiinally i met her. Perjalanannya ke bandara bisa
dibilang penuh pengorbanan. Karena dia harus bolos kerja demi ke bandara
menggunakan bis Damri hanya untuk pertemuan yang sangat singkat. Sebelum dia
datang yang paling merusak suasana adalah aku dan kakakku harus cekcok (kenapa
harus cekcokk di saat2 seperti itu??) yahh ceritanya, waktu itu ketika tiba di
bandara saya panik, saya “bbm”an dengan temanku dan semuanya sudah mendapatkan
ttd perbaikan untuk urus berkas kelengkapan ujian meja. Dan saya satu-satunya
mahasiswa bimbingan yang belum dapat, karena lagi di Cibubur, daaan lagi dosen
pembimbingku keluar negeri selama seminggu, jadi saya harus menunggu seminggu
untuk ttd perbaikan dan harus urus sendiri karena yang lain sudah dapat. Lagi
panik-paniknya balas bbm dari temanku, kakakku ngajak bicara dan saya jawab
seadanya daaan disitu dia mulai marah pppffftttt,,,,,,,,,,, jengkeeeel..
Awalnya saya kira marahnya tidak akan berlanjuttt,, ehh pas udah mau masuk check
in pas saya menyodorkan tangan untuk salaman dia tidak mauu,, huuuh okayy,
ternyata dia marah, saat itu saya baru sadar kalau dia benar-benar marah.
Selesai check in temanku baru tiba di bandara 16.05
WIB dan keberangkatanku 16.45 WIB. Ini pertama kalinya saya berada di Bandara
Soekarno-Hatta jadi saya tidak tau bagaimana jalan untuk keluar dari ruang
tunggu. Akhirnya dengan bolak-balik bertanya sama pak satpam akhirnya saya bisa
keluar dari ruang tunggu. Waktu semakin sempit, mataku pun melanglang buana
mencari temanku yang katanya berjilbab biru tosca hari itu. Sedang panik
mencari, handpone pun tidak berhenti bergetar panggilan dari mama untuk segera
cepat-cepat masuk kembali karena waktu keberangkatan sudah semakin dekat.
Tiba-tiba suara yang tidak asing memanggil-manggil namaku dari belakang.
Mencari sumber bunyi itu, daaaan arrrgghhh itu kakakku, dia masih di bandara
ternyata. Perasaanku pun mulai tidak enak, saya pun menuju ke arahnya. Istrinya
keluar dari tempat makan dan tinggal saya dan kakakku yang kasar itu. Mataku
tidak sanggup menahan air mata menerima ocehan kakakku, dan akupun memohon maaf
apapun itu saya minta maaf, saya ingin bertemu dengan temanku, waktuku sisa 15
menit untuk bertemu temanku. Aku benci kakakku saat itu, sangat benci. Satu
kalimat yang tidak akan saya lupa, “kalau kamu masih mau menjadi adikku kamu
harus sopan sama saya, kalau tidak hubungan persaudaraan kita putus, tidak ada
lagi kakak dan adik”. Kata-kata itu akan kuingat sampai kapanpun. Sekali lagi
dia mengatakannya kepadaku, aku akan menjawab “ïya” kalau itu mau kakak asal
orang tua kita tidak tahu. Jangan cuma mau dihormati, setidaknya mengerti
sedikit keadaan saya. Akhirnya saya bisa lepas dari ocehan yang sangat
menyebalkan sepanjang masa itu.
Keluar dari tempat makan aku melihat temanku, yaah akhirnya
ketemu, dengan mata yang berkaca-kaca aku pun menemuinya dan bertanya kenapa
menangis? Hahahaha pertemuan yang harusnya bahagia dirusak oleh kakakku itu..
Yah dia melihat kakakku, maka mau tidak mau saya harus memperkenalkannya dengan
kakakku dan istrinya. Yahh kakakku pun bicara dengan temanku dengan nada yang
kasar.. Huuuhh aku benci kakakkkuuuuuuu.
Dan lagi saya merasa tidak enak dengan temanku ini. Tidak
ingin berlama-lama saya pamit dengan kakakku dan istrinya. Berusaha menjauh dan
hanya berdua dengan temanku untuk memperbaiki suasana. aku benci kakakku, kakak
ipar, satu doaku, semoga kau sabar
menghadapinya.
Waktuku semakin sempit, dan obrolanku dengan temanku ini
semakin sedikit, belum lagi panggilan dari mama panik karena saya belum masuk
ke ruang tunggu. Hanya sempat foto, ngobrol sebentar dan akhirnya saya harus
kembali berpisah dengan Bosi..
Maaf untuk pertemuan yang sangat singkat dan suasana yang
tidak menyenangkan ini.. Bahagia bisa bertemu denganmu. Akhirnya kamipun
berpisah. saya lari masuk mencari ruang tunggu.. Arrgghh saya lupa arah, salah
masuk lorong.. Panggilan dari mama tidak henti-henti, saking paniknya, bapakku
yang tidak pernah marah, marah di telpon, karena daya belum sampai keruang
tunggu. Saya mengerti kenapa bapak marah (maaf bapaak). Paniikkk
keliling-keliling, bertanya dan akhirnya 5 menit sebelum keberangkatan saya pun
sudah berada di ruang tunggu. Masih dengan mata yang berkaca-kaca. Akupun
kembali ke Makassar dengan rasa benci yang amat sangat ke kakakku. Aku harap
benci ini akan segera hilang karena aku sangat sayang kakakkuu. :’(
Selasa, 03 Februari 2015
haaa whaaatt??? Dan akhirnya Pulang Tak Bertualng T_T
Sore ini kabar buruk menyapa
Kedua pembimbing TA harus keluar negeri selama 2 pekan
Padahal bulan ini target kejar buat wisuda bulan 3 eeehhh eeeh
Kalau begini ceritanya wisuda bulan 6 kitaaa
Sakitnya tuhhh di mana manaaaa
Kedua pembimbing TA harus keluar negeri selama 2 pekan
Padahal bulan ini target kejar buat wisuda bulan 3 eeehhh eeeh
Kalau begini ceritanya wisuda bulan 6 kitaaa
Sakitnya tuhhh di mana manaaaa
Minggu, 01 Februari 2015
Sabtu, 31 Januari 2015
Jumat, 30 Januari 2015
'Akhirnya, aku menemukan kita.'
Akhirnya aku menemukan kita.. aaahh suka dengan quote nya!! hehehe. Lagi buka2 FB eh dapat tulisan ini dari Kartun Muslimah nih,sepertinya saya pernah merskan hal yang sama, dan pas baca ini rasanya kok ngena' banget hehehe.. tulisannya keren ukh :D
※MAAFKAN AKU※
Maafkan aku.
Bukan maksudku untuk tidak peduli atau sombong kepadamu.
Aku menyayangimu karena Allah, sama seperti aku menyayangi orang-orang yang aku sayangi.
Tapi aku takut dan risau akan rasa sayangku kepadamu yang dalam tanda kutip ini.
Aku takut jikalau aku menyayangimu terlalu berlebihan, bahkan mengejarmu sampai aku bisa mendapatkanmu, Aku malah semakin menjauh sama Allah..
Terlebih lagi jika aku sadar, mungkin lebih tepatnya disadarkan Allah, kalau kau bukan jodohku.
Maafkan aku.
Sifatku seperti ini juga untuk kebaikanmu.
Kau sedang berikhtiar untuk menggapai cita-citamu dan mewujudkan mimpi-mimpimu.
Aku tidak ingin mengganggumu, tidak ingin mengganggu konsentrasimu, tidak ingin mengganggu ketekunanmu.
Aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh agar kau bisa sukses kedepannya. Justru aku lebih merasa senang jika kau seperti itu.
Maafkan aku.
Selama ini, aku hanya bisa melihatmu dari belakang.
Mungkin lebih tepatnya membuntuti, atau mengejar jika kau berlari.
Aku ingin berhenti mengejarmu dan tidak ingin berkata
' Akhirnya aku menemukanmu!'
Tidak, maaf.
Aku sadar akan kodratku. Kodratku sebagai seorang wanita.
Meski aku mungkin akan berhenti mengejarmu, rasa sayangnya padamu masih tersimpan rapi di hatiku.
Aku juga tidak berharap kau mengatakan ' Akhirnya aku juga menemukanmu!' kepadaku.
Aku berharap kita berucap
'Akhirnya, aku menemukan kita.'
Jikalau juga bukan kau orangnya, aku akan berusaha ikhlas. Ikhlas karena Dia.
Mungkin aku yang tak baik untuk dirimu atau mungkin kau tidak cocok dengan diriku.
Diluar sana masih banyak wanita-wanita soleha yang lebih baik dari diriku dan diluar sana mungkin masih ada laki-laki soleh yang bisa pas denganku.
Kalaupun di dunia ini aku tak menemukan jodohku,aku percaya Allah akan mempersiapkan yang terbaik di SurgaNya.
Jodohku yang Sempurna
Tak apa, mungkin ini bisa membuatku semakin rindu akan SurgaNya dan membuatku semakin taat padaNya.
Maaf, mungkin sampai disini saja aku menyampaikan isi hatiku.
Ikhtiarlah sekuatmu dan lakukan semuanya dengan ikhlas karena Lillah.
Sekali lagi, maafkan aku...
(Safira F)
※MAAFKAN AKU※
Maafkan aku.
Bukan maksudku untuk tidak peduli atau sombong kepadamu.
Aku menyayangimu karena Allah, sama seperti aku menyayangi orang-orang yang aku sayangi.
Tapi aku takut dan risau akan rasa sayangku kepadamu yang dalam tanda kutip ini.
Aku takut jikalau aku menyayangimu terlalu berlebihan, bahkan mengejarmu sampai aku bisa mendapatkanmu, Aku malah semakin menjauh sama Allah..
Terlebih lagi jika aku sadar, mungkin lebih tepatnya disadarkan Allah, kalau kau bukan jodohku.
Maafkan aku.
Sifatku seperti ini juga untuk kebaikanmu.
Kau sedang berikhtiar untuk menggapai cita-citamu dan mewujudkan mimpi-mimpimu.
Aku tidak ingin mengganggumu, tidak ingin mengganggu konsentrasimu, tidak ingin mengganggu ketekunanmu.
Aku hanya bisa mendoakanmu dari jauh agar kau bisa sukses kedepannya. Justru aku lebih merasa senang jika kau seperti itu.
Maafkan aku.
Selama ini, aku hanya bisa melihatmu dari belakang.
Mungkin lebih tepatnya membuntuti, atau mengejar jika kau berlari.
Aku ingin berhenti mengejarmu dan tidak ingin berkata
' Akhirnya aku menemukanmu!'
Tidak, maaf.
Aku sadar akan kodratku. Kodratku sebagai seorang wanita.
Meski aku mungkin akan berhenti mengejarmu, rasa sayangnya padamu masih tersimpan rapi di hatiku.
Aku juga tidak berharap kau mengatakan ' Akhirnya aku juga menemukanmu!' kepadaku.
Aku berharap kita berucap
'Akhirnya, aku menemukan kita.'
Jikalau juga bukan kau orangnya, aku akan berusaha ikhlas. Ikhlas karena Dia.
Mungkin aku yang tak baik untuk dirimu atau mungkin kau tidak cocok dengan diriku.
Diluar sana masih banyak wanita-wanita soleha yang lebih baik dari diriku dan diluar sana mungkin masih ada laki-laki soleh yang bisa pas denganku.
Kalaupun di dunia ini aku tak menemukan jodohku,aku percaya Allah akan mempersiapkan yang terbaik di SurgaNya.
Jodohku yang Sempurna
Tak apa, mungkin ini bisa membuatku semakin rindu akan SurgaNya dan membuatku semakin taat padaNya.
Maaf, mungkin sampai disini saja aku menyampaikan isi hatiku.
Ikhtiarlah sekuatmu dan lakukan semuanya dengan ikhlas karena Lillah.
Sekali lagi, maafkan aku...
(Safira F)
Langganan:
Postingan (Atom)